ready

Keheningan Ditahun Saka 1935

ketika aku ditanya mengenai prosesi keagamaan apa yang paling unik di seluruh nusantara? aku tentu akan menjawab Nyepi, atau biasa disebut Berata Penyepian. Bukan tidak beralasan jawaban itu terlontar dari pemikiranku, dari seluruh ritual keagamaan yang ada di nusantara, hanya nyepi sajalah yang benar-benar menunjukkan dampak besar terhadap seluruh aktifitas umatnya. jika kita menilik Pulau Bali yang mayoritas beragama Hindu, bisa kita saksikan dampak besarnya secara langsung, dimulai dari tidak aktifnya bandara Ngurah Rai, hingga sepinya jalan-jalan disetiap sudut Pulau Dewata tersebut. Baru saja bulan lalu umat buddha menyambut tahun imlek 2564 dengan kemeriahan dan kemegahannya, kemudian disusul dengan umat hindu menyambut tahun baru saka 1935 dengan keheningan dan kesederhanaan yang ada. sungguh hal yang kontras dan sama-sama memiliki daya pikat tersendiri di Nusantara ini. Keragaman budaya dan agama yang dimiliki Indonesia, merupakan magnet pariwisata yang tak dapat dinilai harganya oleh siapapun.

pergantian tahun keagaman itu sendiri merupakan hal yang penting dan penuh makna bagi seluruh umat beragama, tak terkecuali umat hindu di indonesia. Ada beberapa tahapan perayaan menyambut tahun baru saka yang harus dijalankan oleh umat hindu yaitu , Melasti (mensucikan alam semesta dari segala kekotoran dan kejahatan), Taur agung Kesanga (artinya korban suci yang ditujukan kepada penguasa kekuatan yang memberi manfaat bagi alam raya beserta isinya, biasanya berupa sesajen), Berata Penyepian  (aktifitas keagamaan yang diisi dengan puasa dan keheningan, berata penyepian sendiri merupakan puncak dari perayaan nyepi), Ngembak Geni (upacara yang dilaksanakan sebagai pertanda dimulainya kembali berbagai  aktivitas kehidupan manusia).

ekspresi keseriusan anak-anak peserta pawai ogoh-ogoh di kota batam

ekspresi keseriusan anak-anak peserta pawai ogoh-ogoh di kota batam

sehari sebelum di mulainya Berata Penyepian, biasanya umat hindu akan mearak ogoh-ogoh (patung setan) keliling kota. di Kota batam sendiri, pawai ogoh-ogoh dimulai dari Sumatera Expo menuju alun alun engku Putri di Batam Centre. Acara yang dimulai sejak pukul 4.00 sore itu sangat menarik perhatian masyarakat sekitar, Bahkan tak elak, ketertarikan masyarakat melihat dan mendokumentasikan ogoh-ogoh memicu kemacetan panjang di sepanjang jalan Protokol. Dengan berbagai arak-arakan sesajen dan ogoh ogoh yang menyerupai bentuk setan/roh jahat, umat hindu kota batam secara teratur memasuki halaman Engku Putri untuk memulai ritual keagamaan yang akan dimulai pada saat magrib.

Tidak berapa lama, semua umat hindu peserta pawai senyap tanpa ada satupun riuh yang tersisa seperti pawai tadi. Sayup-sayup mulai terdengar dentingan lonceng kecil diiringi bahasa halus yang  sempat membuat bulu kudukku merinding, akupun baru menyadari ternyata bahasa yang terdengar asing itu adalah bahasa sanskerta. “om swastyastu…Nyepi amatigni, tan wenang sajadma anyambut karya sakalwirnya, agnigni saparanya tan wenang, kalinganya wenang sang weruh ring tattwa angelaraken samadhi. tapa, yoga amatitis kasunyatan” yang jika diterjemahkan berarti  “di hari Nyepi tidak benar semua orang melakukan pekerjaan, berapi – api, karena mereka yang tahu hakekat agama melaksanakan semedi, bertapa, yoga memusatkan pikiran menuju keheningan sejati”  begitulah kira-kira pandita memulai ritual keagamaan diiringi dentingan lonceng.

beberapa menit telah berlalu dengan keheningan yang menyatu pada malam tahun baru saka di kota batam, kini saatnya acara puncak pada malam tahun baru saka. beberapa pemuda sudah bersiap dengan jerigen minyak tanah di tanganya, dan yang lainya tampak mulai mengangkat ogoh-ogoh untuk dibakar ditengah-tengah lapangan engku putri. ketika minyak tanah mulai di curahkan dan api mulai menyambar, sontak pula seluruh umat hindu yang ada bersorak kegirangan menyambut tahun baru saka 1935 dengan berharap tidak ada lagi kejahatan, gejolak nafsu, dan pemikiran negatif menyelimuti dunia khususnya kota batam tercinta.

***

all photo by : Vicky Batamh

text by : Vicky Batamh

2 thoughts on “Keheningan Ditahun Saka 1935

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s